Bersandal

Bersandal… demikianlah orang yang menggunakan sandal di kakinya disebut. Tentunya sebutan ini akan kurang tepat jika disematkan bagi seseorang yang memakaikan sandal di jidatnya, hehe. Oalah, ngapain juga ngomongin sandal di sini? Ini mungkin pertanyaan penuh penasaran yang ada di benak para pembaca yang saat ini bisa jadi tengah super sibuk dikejar-kejar deadline urusan perut, eh… pekerjaan! Tapi tunggu, jangan bubar dulu… ijinkan sandal jadi topik ngetren barang sesaat, sembari Anda melirik sejenak ke sandal yang sedang Anda pakai sekarang, merek apa gerangan?

Memang sih, urusan sandal ini baru akan jadi hot news jika diliput dan dijadikan headline media-media internasional. Jika tidak ada yang mewartakan, sandal seakan ada di titik paling bawah dalam perkara pemberitaan yang menghebohkan. Selain memang karena penempatannya di anggota tubuh bagian bawah, keberadaan dan perannya pun (walah, kayak sinetron aja, hehe) terlalu sangat gampang diabaikan alias dilupakan, gimana tidak… orang seringnya melihat ke atas terus, jarang-jarang lihat ke bawah (kalau urusan materi itu hedonis! haha). Padahal, sungguh sangat sulit dibayangkan jika Anda berjalan-jalan, bertelanjang kaki di tengah-tengah keramaian, di terminal atau di bandara misalnya… atau mungkin saat berada di tangga berjalan di sebuah mall besar di kota metropolitan, bagaimana perasaan Anda?! Masih gak ikhlas juga mengakui bahwa selama ini sandal sangat setia pada Anda?!?

Betapa pentingnya sandal bagi kaki, sebagaimana begitu berartinya seseorang yang dicintai bagi sang pencinta… jika pun dicari perbedaannya paling-paling dalam hal publikasi ekspresinya (apa tuh?), kecintaan seseorang pada sandal sepertinya tak akan banyak diekspos seperti aksi selfie-nya orang yang sedang dilanda mabuk pacaran (saking mabuknya, merasa difoto berduaan padahal ada pihak ketiga ikutan, hehe). Maaf, memang betul kan kalau ada yang sedang berduaan bukan mahramnya maka yang ketiganya adalah; syetan! jadi kalau begitu yang numpang ikutan selfie siapa? hihi.

Sandal Greatvil

Kita kembali ke laptop, eh… sandal! Meskipun bagi sebagian orang sandal bukan sesuatu hal yang mesti dibesar-besarkan, tapi mau tak mau kita harus mengakui bahwa banyak yang jadi orang besar gara-gara sandal, nah lho! Produsen sandal, pemilik toko sandal, sales sandal, tukang kredit sandal dan lain-lainnya yang berakhiran sandal, asal bukan maling sandal, hehe. Jadi, keberadaan sandal yang sepertinya ada di posisi terhina (diinjak, ditempeli kotoran, kena aspal panas, dsb) tidak menjadi penghalang seseorang untuk meraih kemuliaan. Maksudnya? Baca di paragraf terakhir…

Alhamdulillah, penulis dan kawan-kawan se-visi misi telah dan sedang berusaha menggulirkan program-program yang ‘serba sandal’ dengan ditunjang kehadiran komunitasnya yang disebut Komunitas BERAWAL DARI SANDAL (BdS), sebagai bagian dari ‘mata kerja’ BELAJAR & PRAKTEK NETPRENEURSHIP GRATIS yang kopdarnya rutin diadakan setiap pekan di Hebat Center. Diawali dengan ‘gerakan sandal’ inilah insyaAllah kita bertekad untuk bisa berkontribusi pada pengembangan SDA yang ada dan peningkatan kualitas SDM di tengah-tengah masyarakat desa maupun kota. Bagi yang berminat ikutan dan tertarik jadi sponsor atau pun mau jualan (berbisnis sandal) silakan konfirmasi ke: WA/SMS 085793394000 – BBM 75705CFC

Ayo Bersandal!

______________

*Penulis adalah manusia biasa yang ‘dengan terpaksa’ terjun ke dunia persandalan saking tingginya hasrat untuk menganugerahkan sebuah ‘perusahaan rakyat’ bagi masyarakat di sekitarnya. Do’akan semoga si penulis benar-benar ikhlas dengan impian dan usahanya, aamiin.