Membangun Brand

Reason to Believe bukan Reason to Buy

Tidak peduli apa pun keunggulan produk yang anda tawarkan kepada orang lain, selama anda tidak bisa membuat mereka membeli produk anda, itu percuma. Tujuan marketing adalah menciptakan reason to believe, yaitu alasan untuk mempercayai, seperti produk yang lebih cepat, produk yang lebih bagus, produk yang lebih sederhana dan lain-lain. Mungkin orang akan percaya dengan apa yang anda katakan kepada mereka, tetapi apakah mereka mau membeli? Tidak. Walau pun orang percaya dengan produk yang anda tawarkan beserta segala kelebihannya, belum tentu orang mau membeli produk anda. Nah di sinilah posisi “Branding”, branding adalah menciptakan reason to buy. Berbeda dengan marketing, branding bisa membuat orang lain bisa membeli produk anda karena sebenarnya tujuan kita berbisnis itu adalah menjual produk. Jadi anda harus bisa meyakinkan potensial customer agar timbul alasan pada mereka agar mau membeli produk dari anda. Jadi juallah reason to buy, bukan reason to believe.

Brand Value

Brand equity terdiri atas cost of goods (biaya produk) dan brand value. Supaya anda bisa mendapatkan untung dari produk yang anda jual, anda pasti menjual di atas biaya dengan jumlah sekian persen (jumlahnya tidak begitu besar). Tetapi, dengan brand value anda bisa menjual sesuai dengan nilai brand anda hingga lebih dari 1000%.

Agar anda mudah mengerti, kita ambil contoh begini, anda pasti tahu bahwa produk brand besar seperti Nike sering menolak kaos yang dibuat pabrik karena barangnya tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh Nike. Lalu, kaos yang ditolak ini dibeli oleh beberapa Factory Outlet di Bandung dan dijual ke konsumen dengan harga (anggap saja) Rp 75 ribu. Tentu saja, dengan harga serendah ini FO tersebut pasti untung sekian persen, anggap saja mereka untung Rp 5.000. Dengan kualitas yang sama, anda juga membeli kaos yang sama langsung di Nike dengan harga Rp 1 juta. Mahal sekali bukan? Lalu, nilai Rp 930 ribu itu apa? Nah itulah yang kita kenal dengan brand value. Jadi juallah brand anda, di situlah anda bisa menambang emas.

Sandal Greatvil

Membangun brand itu membutuhkan waktu 20 tahun, tetapi hanya  lima menit untuk menghancurkannya – Warren Buffet.

Itulah quote singkat yang dikatakan oleh seorang billionaire seperti Warren Buffet. Apa artinya? Artinya adalah membangun brand itu sangat susah dan membutuhkan waktu yang lama sekali, tetapi hanya dengan kesalahan kecil saja bisa menghancurkan reputasi brand tersebut dalam sekejap. Brand itu tidak bisa dibangun dalam waktu semalam.

Sebagai contoh, Coca-cola dibangun pada tahun 1886 sekarang menjadi brand dengan value terbesar ke-3 di dunia. Coca-cola pernah mengatakan bahwa jika tangible asset mereka dijual, harganya mencapai U$40 milyar, sedangkan intangible asset mereka mencapai U$78 milyar. Ini berarti nilai brand mereka lebih besar daripada bisnis mereka

Totalitas dalam Branding

Dalam membangun brand, anda harus siap menghabiskan waktu, energy, dan uang. Dan tujuan akhir dalam membangun brand adalah menciptakan “loyalty beyond the reason” untuk menghasilkan uang. “Loyalty beyond the reason” adalah tingkat loyalitas yang sudah tidak menggunakan nalar pikiran. Contohnya “Saya tidak mau menggunakan produk selain Apple, saya tidak peduli produk lain selain Apple dan saya ingin menjadi orang pertama yang membeli produk Apple,”. Jika anda bisa membangun brand anda seperti itu, selamat anda berhasil.

Good Luck

Keep Fighting

#PedagangGujaratSpirit

Sumber: Arsip PC (anonim)

_________

Ikuti Pesantren Netpreneur bersama Hendrik Greatvil ‘Sang Pemasar’. Bagi yang belum sempat mengikuti Kopdar Santri Netpreneur atau berkunjung ke Greatvil Hebat Center, tetap bisa berkonsultasi, berdiskusi atau mendapatkan informasi seputar program dan kegiatan di Grup WhatsApp, klik di sini atau di Grup FB BELAJAR & PRAKTEK NETPRENEURSHIP GRATIS – Hebat Marketing.