Financial Injustice: The Solution

Bila ada ketidak-adilan yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan sangat massive sehingga sampai tidak ada yang mempermasalahkannya – maka itulah ketidak-adilan finansial. Padahal dampak dari ketidak-adilan yang satu ini adalah terlanggengkannya kemiskinan dan melebarnya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Tidakkah kita ingin bisa melihat bentuk ketidak-adilan yang satu ini dan mulai berbuat sesuatu yang bisa kita lakukan ?

Untuk kita bisa melihat ketidak adilan yang massive ini saya buatkan ilustrasi visual disamping. Bila Anda termasuk rakyat kebanyakan yang memiliki tabungan kurang dari Rp 50 juta di bank, selain karena riba mungkin Anda tidak mau menerimanya – jumlahnya juga sangat-sangat minim. Di bank swasta terbesar negeri ini, suku bunga tabungan sampai nilai Rp 50 juta itu hanya kurang dari 1 % (bahkan tepatnya hanya 0.70 %) per tahun !

Kalau Anda buat tabungan berjangka 12 bulan (seperti Deposito), maka baru diberi bunga 5 % per tahun. Bila rakyat kebanyakan ini ingin meminjam untuk kredit mikro – yang sangat kecil, suku bunga kredit mikro ini akan berada di kisaran angka 19 % per tahun. Jadi rakyat kebanyakan yang menabung dapat bunga 0.7% sampai 5 % dan kalau kredit kena beban 19 %, kemana yang 14 % – 18.3 % ?

Bank Anda akan men-justifikasi bahwa itu untuk ongkos resiko, biaya administrasi yang tinggi dari kredit mikro dlsb. Jawabannya kemungkinan memang benar sesuai dengan realita di lapangan, tetapi berarti ada yang salah somewhere else – mengapa rakyat kebanyakan harus menanggung beban yang begitu besar bila mereka hendak mengambil kredit ? sebaliknya , mengapa rakyat kebanyakan harus menerima hasil yang begitu kecil bila menabung ?

Sekarang bandingkan bila Anda orang kaya, punya uang menganggur yang melimpah. Uang Anda yang bermilyar Rupiah bila didepositokan akan memberikan hasil sekitar 6 % per tahun. Bila Anda mengambil kredit perbankan untuk usaha Anda-pun bunganya hanya sekitar 10 %, jadi Anda hanya membayar beban netto sekitar 4 % – bandingkan dengan saudara Anda yang tidak sekaya Anda, yang harus membayar 14 %-18.3%   beban netto-nya seperti di atas !

Sandal Greatvil

Bank mungkin punya alasan mengapa mereka memberi bunga yang sangat rendah kepada kebanyakan penabung dan membebani bunga kredit yang sangat tinggi pada kredit-kredit kecil. Bahkan bank juga bisa jadi punya justifikasi legal untuk melakukan ini semua sesuai dengan segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Tetapi keadilan tidak terkait dengan benar atau salah menurut undang-undang atau peraturan yang dibuat manusia, apakah setelah tahu ini hati kecil kita masih bisa membenarkan mengapa rakyat kecil kebanyakan menanggung beban yang lebih besar dari yang ditanggung oleh orang kaya ? fitrah hati kecil kita inilah yang mewakili keadilan itu – kecuali bila hati ini juga telah mati !

Bila dunia perbankan tidak bisa menyelesaikan masalah ketidak-adilan financial ini – dan kemungkinannya memang tidak akan bisa, maka solusi finansial bagi masyarakat kebanyakan itu berarti memang tidak di bank adanya. Kalau solusi financial mereka tidak ada di bank, ya jangan dipaksa rakyat kecil kebanyakan menabung di bank – lha wong sesungguhnya mereka tidak mendapat apa-apa kok ketika mereka menabung.

Lantas solusinya apa ? Kembali ke Al-Qur’an, lawan riba itu hanya dua yaitu jual beli dan sedekah ( QS 2:275-276). Maka mengajari rakyat kebanyakan untuk belajar berdagang dengan membuka pasar-pasar dalam berbagai bentuknya, lebih menyelesaikan masyalah ketimbang mengajak mereka menabung yang justru menjerumuskan mereka dalam ketidak adilan finansial tersebut di atas.

Selain mengajari mereka untuk pandai berdagang, juga pemberdayaan segala bentuk sedekah – dapat menjadi solusi finansial yang akan sangat significant bagi mayarakat luas. Selain itu masih ada satu atau dua solusi lagi yang lebih delicate, yaitu solusi berbasis Surat Al-Baqarah 282-283 – yang masih kami kaji bersama para ahlinya.

Yang jelas solusinya bukan pada inclusive banking yang justru akan memperluas cengkeraman financial injustice. Menyedot uang masyarakat kecil kedalam system perbankan dan mengeluarkannya lagi dengan biaya tinggi pasti bukan solusi.

Solusi yang sudah jelas adalah inclusive trading and giving – menghidupkan perdagangan (tentu termasuk kegiatan produksi di dalamnya) yang bisa melibatkan seluas mungkin masyarakat, dan menyuburkan sedekah. Dengan inilah insyaAllah kita akan mulai bisa mengikis financial injustice itu ! InsyaAllah.

Oleh: Muhaimin Iqbal, Penulis dan Direktur Gerai Dinar