Mengapa Harus Berobat dengan Bekam

Bekam adalah suatu pengobatan dengan cara menghisap kulit dan jaringan di bawah kulit, sehingga darah dan komponen darah mengumpul di bawah kulit, kemudian darah dikeluarkan dengan penyayatan dan penghisapan. Selain itu, ada juga bekam yang tidak disertai dengan pengeluaran darah.

Metode pengobatan dengan bekam sebenarnya sudah dilakukan di beberapa negara. Namun, yang populer adalah di Mesir, Cina, India, Eropa dan Amerika. Bekam disebut juga pengobatan dengan cupping, cop, tanduk, canduk, canthuk, mambakan, fire bottle, blood letting, dan Pa Hou Kuan.

Dalam bahasa arab disebut dengan hijamah, sedangkan mihjam dan mihjamah artinya: alat bekam (bisa alat untuk menghisap darah, untuk mengumpulkan darah, maupun untuk menyayat dalam proses pembekaman). Maka istilah yang paling sering dipakai untuk jenis pengobatan ini adalah bekam, hijamah atau coping (cupping).

Sandal Greatvil

Sesungguhnya bekam dan fashid sendiri telah dikenal bangsa-bangsa purba sejak kerajaan Sumeria berdiri, lalu berkembang di Babilonia, Mesir, Saba, dan Persia. Di zaman nabi bekam merupakan salah satu pengobatan yang direkomendasikan Nabi Muhammad dari beberapa metode pengobatan yang sudah ada.

Hingga saat ini, ada beberapa kelompok orang yang membekam. Yang paling banyak adalah orang yang membekam dengan metode tradisional yang kurang memperhatikan sterilitas dan prinsip-prinsip patofisiologi penyakit.

Dan dari sekian banyak pembekam, hanya sedikit yang memakai standar operatif, sterilitas, hal ini sebetulnya harus sangat diperhatikan betul-betul oleh masyarakat. Sangat tidak menganjurkan mengamalkan terapi bekam di tempat terbuka seperti yang sering terjadi ada yang di pelataran mesjid, ada juga di bawah pohon, ada juga yang keliling.

Jangan tergiur dengan tarif yang murah tapi sterilitasnya kurang terperhatikan dengan baik. []

_______

Oleh: Yudhistira Adi Maulana, Penggagas Rumah Sehat Bekam Ruqyah Centre Purwakarta yang berasaskan pengobatan Thibbunnabawi.

Sumber: islampos.com