Strategi Mendekati Calon Pembeli melalui Facebook Fanpage

Media sosial Facebook paling diminati oleh para penjual untuk berbisnis online. Tidak hanya karena kepemilikan akun yang gratis, Facebook merupakan media sosial dengan “penduduk” terbanyak. Hampir setiap orang kini memiliki akun Facebook. Faktor-faktor inilah yang mendasari para pebisnis online melakukan pemasaran melalui Facebook, salah satunya dengan membuat fanpage.

Namun, mengoptimalkan fungsi fanpage di Facebook tidak semudah membuatnya. Menurut Marketing Analyst Sendible Vishal Pindoriya, keberhasilan penjual berbisnis melalui fanpage Facebook dipengaruhi oleh jenis konten atau posting yang dimuat dalam fanpage tersebut. Menurut Pindoriya, sedikitnya ada lima jenis konten yang akan membuat pembeli tertarik dan memberikan like terhadap fanpage bisnis tersebut.

Konten yang lucu atau menghibur. Semua orang pada dasarnya suka tertawa. Tawa adalah sebuah reaksi manusia yang mengubah mood seseorang menjadi baik dalam waktu singkat. Respons psikologis ini memotivasi orang untuk memiliki perasaan dan pikiran yang positif. Oleh karenanya, fanpage yang sering memuat konten lucu dan menghibur pasti memiliki banyak likes.

Konten lucu semacam ini juga bisa dimuat dalam bisnis online. Penjual tidak harus selalu mengunggah posting yang berkaitan dengan produknya. Ada baiknya penjual memberikan selingan konten yang menghibur di fanpage bisnisnya.

Konten yang mengandung unsur emosional. Jika pembeli tidak tertarik dengan apa yang ditulis penjual, ia tidak akan mencari info produk lebih lanjut. Produk yang ditawarkan penjual tidak akan mampu mendorong pembeli untuk melakukan pembelian.

Sandal Greatvil

Untuk itu, penjual harus memuat posting yang dapat menarik perhatian pembeli, salah satunya dengan menulis konten yang dapat menimbulkan reaksi emosional tertentu seperti senyum, tawa, kepedulian, atau rasa iba. Konten dengan tema-tema tersebut membuat pembeli menaruh perhatian lebih terhadap posting dari penjual. Hasilnya, ketika penjual melakukan posting tentang produk, pembeli tertarik untuk membaca.

Konten yang kontroversial. Cara lain untuk menaikkan jumlah likes adalah dengan menulis konten dengan topik-topik yang bisa memicu kontroversi. Dua perspektif yang berbeda dituliskan dalam satu konten yang sama sehingga orang tertarik untuk membaca perdebatan yang terjadi melalui fanpage milik penjual. Bahkan, orang akan ikut terpancing untuk memberikan komentar atau tanggapannya tentang topik kontroversial tersebut.

Konten yang penting dan esensial. Ada saat di mana pembeli ingin membaca konten yang benar-benar penting dan bermanfaat bagi mereka. Pada saat inilah, penjual diharapkan dapat menyajikan konten yang berguna bagi pembeli. Penjual dapat memuat posting yang edukatif lewat fanpage-nya terkait bidang bisnis yang digeluti.

Misalnya, penjual menggunakan fanpage untuk berbisnis onderdil fixie. Maka, contoh konten bermanfaat yang dapat ditulis penjual adalah tips merakit fixie dengan bujet rendah. Konten semacam ini penting dan berguna bagi pembeli karena dapat menambah pengetahuan mereka saat membeli onderdil fixie.

Konten yang bisa menjadi referensi. Ini merupakan jenis konten terpenting dalam fanpage bisnis online. Penjual harus mampu menyajikan semua konten yang bisa dijadikan referensi dan panduan saat pembeli ingin melakukan berbelanja. Fanpage harus dikelola sedemikian rupa agar menjadi tempat yang tepat bagi para pembeli untuk menemukan informasi yang mereka butuhkan.***(ar)

Sumber: marketing.co.id